Yayasan H. Muhammad Shaleh merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang
pendidikan, sosial, keagamaan, dan pelestarian budaya, dengan komitmen untuk
berkontribusi terhadap penguatan sumber daya manusia, pembinaan kehidupan
keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian khazanah budaya Melayu.
Kehadiran yayasan ini dilandasi oleh semangat untuk menjadikan pendidikan,
agama, sosial, dan budaya sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang
berilmu, berakhlak, harmonis, dan berkeadaban.
Dalam bidang pendidikan, Yayasan H. Muhammad Shaleh telah menyelenggarakan
Tempat Pembelajaran Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang
memiliki pemahaman keagamaan dan karakter Qur’ani. Selain itu, yayasan secara
aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah dan edukatif, seperti kajian
budaya, seminar nasional, dan seminar internasional, dengan melibatkan
akademisi, budayawan, tokoh agama, pemerintah, serta berbagai pemangku
kepentingan lainnya. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog dan pertukaran
gagasan dalam memperkuat wawasan keilmuan, kebudayaan, dan keagamaan
masyarakat.
Dalam bidang pelestarian budaya, Yayasan H. Muhammad Shaleh memiliki
perhatian khusus terhadap keberlanjutan khazanah budaya Melayu. Salah satu
bentuk nyata komitmen tersebut adalah pendirian Museum Khazanah Melayu, yang
diharapkan menjadi ruang edukasi, dokumentasi, pelestarian, dan pengembangan
warisan budaya Melayu. Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat
penyimpanan benda-benda bersejarah dan budaya, tetapi juga sebagai sarana
pembelajaran masyarakat dan generasi muda untuk mengenal, memahami, serta
mengapresiasi identitas dan nilai-nilai budaya Melayu.
Dalam bidang sosial, yayasan melaksanakan berbagai bentuk kepedulian dan
pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pemberian
santunan kepada orang tua dan anak yatim yang dilaksanakan secara rutin setiap
tahun. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk
menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat
nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, dalam bidang keagamaan, Yayasan H. Muhammad Shaleh telah
mendirikan tempat ibadah yang diberi nama Surau H. Muhammad Shaleh. Surau
tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga
menjadi pusat pembinaan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, silaturahmi, dan
penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.
Nama Yayasan H. Muhammad Shaleh diambil dari nama H. Muhammad Shaleh, yang
dalam sejarah lokal dikenal sebagai guru spiritual Sultan Muhammad Syafiuddin
Sambas. Penggunaan nama tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap
keteladanan, kontribusi, dan nilai-nilai keilmuan serta spiritual yang
diwariskan oleh H. Muhammad Shaleh. Dengan demikian, yayasan diharapkan dapat
meneruskan semangat pengabdian tersebut melalui pengembangan pendidikan,
penguatan kehidupan keagamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian khazanah
budaya Melayu bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Posting Komentar