Museum Khazanah Melayu H. Subhan Nur



H. Subhan Nur merupakan tokoh Melayu Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Kiprah beliau dalam mengenalkan budaya dan merawat tradisi serta khazanah budaya bukan hanya saat ini melainkan semenjak beliau terpilih menjadi Ketua Majelis Adat Melayu Sambas tepatnya di tahun 2015. Hingga sekarang beliau dipercaya sebagai dewan penasihat Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sambas maupun ditingkat Provinsi Kalimantan Barat. Meskipun beliau tokoh melayu pada aspek moderasi beragama beliau senantiasa menghormati akan perbedaan-perbedaan yang ada di Kabupaten Sambas dan umum di Kalimantan Barat. Bentuk penghormatan tersebut beliau tunjukan dengan senantiasa menghadiri kegiatan-kegiatan adat lainnya seperti Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sambas, dan Majelis Adat Budaya Thionghoa, dan beberapa lainnya.

Dalam aspek budaya, beliau senantiasa memberikan dukungan penuh dalam rangkaian kegiatan-kegiatan, baik di tingkat daerah maupun di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Seperti Musabaqah Dzikir Maulid, seminar nasional, maupun seminar Internasional. Terkait dengan budaya dan khazanah Melayu, Semangat menjaga dan melestarikan budaya Melayu tidak hanya sampai dengan berbagai  kegiatan beliau juga menghimpun peninggalan barang-barang bersejarah baik itu peninggalan Kerajaan Kesultanan Sambas, maupun benda-benda bersejarah di luar dari Sambas. Proses penghimpunan berbagai koleksi seperti berbagai alat perang, koin, berbagai motif kain songket, keris, meriam, hingga pada akhirnya tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2000 beliau mendirikan sebuah museum yang diberi nama Museum Khazanah Melayu H. Subhan Nur yang diresmikan pada tanggal 8 Agustus 2018 oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, M.Hum dan Prof. Dr.H. Chairil Effendi, MS.

Pendirian Museum Khazanah Melayu Haji Subhan Nur ini berawal dari bentuk kepedulian beliau terhadap barang-barang sejarah khususnya pada zaman Kesultanan Sambas, dan berbagai barang lainnya yang memiliki nilai sejarah, baik yang berasal dari sambas maupun berasal di luar Sambas. Pengkoleksian barang tersebut dihimpun dari masyarakat sebagai wujud peninggalan bagi generasi selanjutnya agar mengerti akan sejarah yang pernah ditorehkan oleh para leluhur sebelumnya.

Adapun visi museum: Menjadikan Museum sebagai bagian dari Penguatan Identitas Nasional, sekaligus sebagai Pusat Peradaban, dengan Membumikan Khazanah Melayu di Kabupaten Sambas. 

Misi: Menjadi Pusat Literasi dan Rujukan dalam Pengkajian Khazanah Melayu serta menjadi Distinasi Wisata Budaya dan Religius di tanah Serambi Mekah. 

Semoga dengan adanya museum ini menjadi inspirasi dan sumber pembelajaran bagi masyarakat dan genaerasi penerus. 



Next
This is the most recent post.
Posting Lama

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget