Museum Khazanah Melayu H. Subhan Nur
Dalam aspek budaya, beliau senantiasa memberikan dukungan penuh dalam rangkaian kegiatan-kegiatan, baik di tingkat daerah maupun di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Seperti Musabaqah Dzikir Maulid, seminar nasional, maupun seminar Internasional. Terkait dengan budaya dan khazanah Melayu, Semangat menjaga dan melestarikan budaya Melayu tidak hanya sampai dengan berbagai kegiatan beliau juga menghimpun peninggalan barang-barang bersejarah baik itu peninggalan Kerajaan Kesultanan Sambas, maupun benda-benda bersejarah di luar dari Sambas. Proses penghimpunan berbagai koleksi seperti berbagai alat perang, koin, berbagai motif kain songket, keris, meriam, hingga pada akhirnya tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2000 beliau mendirikan sebuah museum yang diberi nama Museum Khazanah Melayu H. Subhan Nur yang diresmikan pada tanggal 8 Agustus 2018 oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, M.Hum dan Prof. Dr.H. Chairil Effendi, MS.
Pendirian Museum Khazanah Melayu Haji Subhan Nur ini berawal dari bentuk kepedulian beliau terhadap barang-barang sejarah khususnya pada zaman Kesultanan Sambas, dan berbagai barang lainnya yang memiliki nilai sejarah, baik yang berasal dari sambas maupun berasal di luar Sambas. Pengkoleksian barang tersebut dihimpun dari masyarakat sebagai wujud peninggalan bagi generasi selanjutnya agar mengerti akan sejarah yang pernah ditorehkan oleh para leluhur sebelumnya.
Adapun visi museum: Menjadikan Museum sebagai bagian dari Penguatan Identitas Nasional, sekaligus sebagai Pusat Peradaban, dengan Membumikan Khazanah Melayu di Kabupaten Sambas.
Misi: Menjadi Pusat Literasi dan Rujukan dalam Pengkajian Khazanah Melayu serta menjadi Distinasi Wisata Budaya dan Religius di tanah Serambi Mekah.
Semoga dengan adanya museum ini menjadi inspirasi dan sumber pembelajaran bagi masyarakat dan genaerasi penerus.
.jpeg)




